Kamis, 05 Februari 2015

BUDIDAYA TANAMAN TOMAT

Buah tomat sangatlah banyak mengandung vitamin C dan vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan dan penglihatan mata.buah tomat juga sering di gunakan untuk tambahan atau perlengkap masakan. jizaman sekarang ini terkadang sangatlah susah mendapat tomat yang segar  dan higienis. daripada susah mendapatkan tomat segar lebih baik kita menanamnya sendiri saja caranya sama sekali ngga sulit ko relatif mudah berikut adalah caranya :



Persiapan
Pada tahap ini meliputi pemilihan benih dan persiapan lahan yang akan ditanami. Untuk pemilihan bibit tomat baik, pilihlah biji yang utuh, tidak cacat, bersih, dan tidak keriput. 
Bibit dapat dengan mudah diperoleh di toko pertanian, namun jika Anda tidak dapat menemukannya, Anda dapat membuatnya sendiri. Caranya adalah dengan memilik buah tomat yang berukuran besar dan sudah masak kemudian ambil bijinya dan keringkan. Cara pengeringannya tidak boleh langsung terkena sinar matahari. Cukup diangin-anginkan saja dan apabila cuacanya bagus, benih tomat akan siap dalam waktu 2-3 hari.

Sedangkan untuk persiapan lahan, Anda dapat menanam tomat langsung di tanah maupun menanam tomat pada polibag berukuran 10 kg. Jika langsung ditanam di tanah pastikan agar membuang gulma dan menggemburkan tanah tersebut terlebih dahulu. 

Jika di tanam di polibag, pastikan untuk mengisinya dengan tanah yang gembur sampai dengan 3/4 kantong tersebut. Akan lebih bagus apabila media yang dipakai merupakan percampuran antara kompos dan tanah. Pastikan agar bagian bawah polibag dilubangi agarar kelebihan air pada saat penyiraman dapat langsung dibuang dan tidak menyebabkan genangan air.


Budidaya tanaman tomat:

Pembibitan
Sebelum menanam tomat pada media yang telah di tentukan, sangat dianjurkan agar dilakukan persemaian terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit tanaman yang kuat dan sehat. Anda dapat menyemaikan biji benih pada tray berukuran 30x15x15 cm. Isi wadah tersebut dengan tanah gembur kemudian sebarkan benih tomat di atasnya, tutup dengan sedikit tanah di atasnya kemudian siram dengan air.

Letakkan media persemaian tersebut pada tempat yang banyak masukan sinar matahari, namun jangan letakkan langsung di bawah sinar matahari. Letakkanlah di tempat yang teduh karena terlalu banyak sinar matahari juga akan menghambat pertumbuhan benih tomat. Apabila bibit tomat tumbuh terlalu berdekatan, Anda dapat melakukan penjarangan. Setelah 6-8 minggu, bibit tanaman tomat siap untuk ditanam pada media yang telah disediakan.

Penanaman
Cara penanaman tomat yang baik adalah dengan cara mengambil bibit yang telah disemaikan lengkap dengan akar dan tanahnya kemudian tanam di dalam media. Usahakan menanamnya tegak lurus agar tanaman tomat tidak gampang roboh. Setelah di tanam, siram tomat dengan menggunakan air yang telah dicampur pupuk urea. Anda tidak perlu mencampurkan terlalu banyak pupuk. Cukup dengan 1/2 liter air yang dicampurkan dengan 1/2 sendok teh urea untuk setiap tanamannya.

Pada saat menanam pastikan agar tanaman tomat diberikan jarak yang cukup lebar agar mereka tumbuh maksimal. Jarank yang disarankan adalah 30x30cm. Untuk yang ditanam di polibag Anda tidak perlu risau dengan jarak. Cukup sesuaikan saja ukuran tanaman nya. Untuk minggu-minggu pertama penanaman tomat sebaiknya dihindarkan dari sinar matahari secara langsung terutama pada siang hari.

Perawatan
Ada 6 bagian penting dalam tahapan ini, yaitu :
1. Penyiraman : sebaiknya dilakukan 2x sehari atau pada saat media tanam terlihat kering. Jangan terlalu banyak melakukan penyiram karena apabila terdapat air yang tergenang akan menyebabkan timbulnya penyakit.

2. Pemupukan : cukup berikan 1 sdm pupuk NPK yang ditanam di dalam tanah dengan jarak kurang lebih 10cm dari batang tanaman. Pemberian pupuk dilakukan setiap 2 minggu sekali. Perlu diketahui bawah tanaman tomat lebih membutuhkan unsur P daripada unsur N, jadi sesuaikanlah pupuk yang Anda gunakan.

3.Pemusnahan gulma : seperti yang kita tahu gulma menyerap nutrisi yang seharusnya diperuntukkan tanaman kita. Cukup dengan menyiangi tanaman-tanaman gulma tersebut atau dengan langkah preventif dengan menambahkan mulsa pada permukaan tanah.

4.Pemasangan Lanjakan : tanaman tomat boleh dikatakan sangat rapuh dan membutuhkan sandaran/lanjakan agar dapat tumbuh dan berkembang. Karenanya, ketika tanaman tomat sudah mulai besar, perlu ditambahkan lanjakan untuk menopang tubuhnya.

5.Pengendalian hama : Hama yang paling sering menyerang tanaman tomat adalah serangga berukuran kecil berwarna putih yang bernama aphid. Aphid menyerang tanaman tomat dengan menghisap nutrisinya sehingga tanaman tombat tumbuh tidak maksimal. Cara penanggulangannya adalah dengan memetik daun yang diserang kemudian membakarnya. Atau jika serangga ini sudah menyerang dengan sangat parah, bisa juga digunakan pestisida. 

6.Pemotongan Tunas Baru : setelah tanaman tomat mulai berbuah, perlu dilakukan pemotongan tunas baru agar kualitas buah yang dihasilkan menjadi lebih baik.
           



Panen
Nah, setelah kerja keras yang telah kita lalui, saat yang paling ditunggu datang yakni Panen Raya. Hal yang perlu diperhatikan ketika memanen, yaitu jika ingin langsung menggunakannya petik buah tomat yang sudah berwarna merah tua. Sedangkan apabila Anda ingin menyimpannya dahulu ada baiknya memilih tomat yang lebih mudah.

Budidaya Tanaman Tomat  memang gampang-gampang susah. Akan tetapi kalau digarap dengan telaten hasilnyapun akan maksimal dan menguntungkan 
Semoga bermanfaat.

pengertian PRAMUKA dan TRISATYA dan DASA DARMA



pengertian PRAMUKA dan TRISATYA dan DASA DARMA 

PRAMUKA

PRAMUKA( PRAJAMUDAKARANA) adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda yang bersifat suka rela,non politik,terbuka untuk semua tampa membedakan asal usul,ras,suku dan agama.
Bentuk lambang gerakan pramuka yaitu tunas kelapa yang di ciptakan oleh SUNARYO ATMO ADIPURA WAHYU. cikal yang artinya setiap anggota pramuka merupakan inti dari kelangsungan hidup bangsa.

1. buah izur dapat bertahan sampai lama dikeadaan bagaimanapun artinya setiap anggota pramuka sehat jasmani dan rohani.

2. dapat tumbuh dimana saka artinya anggota pranuka dapat menyesuaikan dirinya maupun lingkungan manapun.



PRAMUKA

contoh latihan dasar kepramukaan. setiap peserta pramuka harus memiliki persaratan sebagai berikut:

1.melaksanakan kegiatan keagamaan.
2.rajin dan aktif mengikuti kegiatan pramuka.
3.mengetahui,menghayati dan mengamalkan UUD 1945 sesuai pancasila.
4.mengetahui arti kata,tanda pengenal dan lambang pramuka.
5.dapat melaksanakan baris berbaris(PBB)
6.Gemar berolahraga umum dan dapat melaksanakan dengan baik contoh: renang,senam.dan gerak jalan.

DASADARMA PRAMUKA ADALAH :

1.TAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA
2.CINTA ALAM DAN KASIH SAYANG SESAMA MANUSIA
3.PATRIOT YANG SOPAN DAN KSATRIA
4.PATUH DAN SUKA BERMUSYAWARAH
5.RELA MENOLONG DAN TABAH
6.RAJIN TRAMPIL DAN GEMBIRA
7.HEMAT CERMAT DAN BERSAHAJA
8.DI SIPLIN BERANI DAN SETIA
9.BERTANGGUNG JAWAB DAN DAPAT DI PERCAYA
10.SUCI DALAM PIKIRAN PERKATAAN DAN PERBUATAN.


TRISATYA DEMI KEHORMATANKU AKU BERJANJI AKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH:
1.MENJALANNKAN KEWAJIBANKU TERHADAP TUHAN DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENGAMALKAN PANCASILA.
2.MENOLONG SESAMA HIDU DAN IKUT SERTA MENBANGUN MASYARAKAT.
3.MENEPATI DASA DARMA.

GARUDA ANCASILA

simbol-simbol dan sila-sila dalam pancasila.
1.BINTANG melambangkan sila ketuhanan yang maha esa (sila ke-1)
2.RANTAI melambangkan sila kemanusiaan yang adil dan beradap (sila ke-2)
3.POHON BERINGIN melambangkan sila persatuan Indonesia (sila ke-3)
4.KEPALA BANTENG melambangkan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (sila ke-4)
5.PADI DAN KAPAS melambangkan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat INDONESIA (sila ke-5)

penting
* seorang pemimpin mempunyai rasa malu yang positif.
*pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang rendah hati.
*sebagai pemimpin yang bijaksana bisa bertanggung jawab dan bisa menjadi tauladan.

cara menanam dan memelihara hidro ponik

hidroponik adalah salah satu cara berkebun dengan menggunakan media non-tanah,oleh karena itu mengapa hidroponik sangat terjaga ke higenisannya, dan kita juga bisa menanam tanaman dengan cara hidroponik di rumah dan caranya pun sangat mudah. namun terkadang orang sangat sulit untuk melakukan perawatannya
berikut adalah cara menanam dan merawat tanaman hidroponik.





cara Tanam & Pemeliharaan hidroponik 


PENANAMAN

Pemindahan tanaman (transplant) dari nursery ke dalam greenhouse, dilakukan apabila bibit sudah cukup umur untuk di tanam, juga bibit dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit. Sebaiknya pemindahan tanaman dilaksanakan pada pagi hari, karena pada pagi hari evaporasi pada tanaman belum tinggi sehingga kondisi stres tanaman dapat ditekan. Sebab, bibit yang dipindahkan dari nursery ke dalam greenhouse akan mengalami perbedaan kondisi, sehingga penanaman di pagi hari dapat membantu tanaman untuk beradaptasi di dalam greenhouse.


Persiapan tanam
Sebelum tanaman dipindahkan kedalam greenhouse, segala sesuatu yang ada didalam greenhouse harus sudah siap, baik bedengan, kawat penggantung benang ajir, benang ajir, slab yang berisi media tanam maupun sistem irigasi yang sudah siap pakai. Ada beberapa hal juga yang perlu dipersiapkan dan dikerjakan, antara lain pembuatan nutrisi, pembuatan lubang tanam (apabila menggunakan media tanam di slab) dan pengisian atau penyiraman larutan nutrisi dengan EC 2.0 dan pH 5.5 kedalam media tanam sampai jenuh. Maksud pengisian larutan nutrisi ke dalam media tanam slab/polybag agar tanaman yang baru dipindah dapat langsung menyerap unsur hara yang terdapat di media tanam. Sebab, apabila media tanam kering akan merusak sistem perakaran tanaman yang relatif masih muda, sehingga dapat menyebabkan masuknya panyakit ke tanaman dan terganggunya sistem pertumbuhan tanaman. Media tanam yang kering juga dapat menyebabkan akar tanaman tidak dapat menyerap unsur hara yang dibutuhkan, kondisi seperti ini dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

Transplant
Transplant adalah pemindahan bibit tanaman kedalam greenhouse untuk diletakan diatas media slabs (media tanam yang terbungkus plastik) atau diletakan diatas polybag dengan jarak tanam tertentu. Pemindahan bibit atau penanaman dilakukan setelah bibit berumur 18-20 hari setelah di polybag atau tanaman mempunyai 6-8 helai daun. Setelah bibit di tanam, apabila menggunakan irigasi tetes, maka regulator stick harus ditancapkan pada media di polybag/block kecil diatas polybag besar atau diatas media slabs. Apabila penanaman selesai dapat dilakukan pembuatan lubang drainase di bawah slab atau polybag besar.

Pembuatan larutan nutrisi
Pada budidaya hidroponik, pemberian nutrisi menjadi kunci penting dari keberhasilan pengusaha/petani. Keterlambatan pemberian nutrisi atau perbandingan unsur yang tidak tepat akan berakibat fatal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sebaliknya, apabila pemberian nutrisi dilakukan dengan tepat dan baik, tanaman akan tumbuh optimal dan dapat hidup lebih lama. Agar tanaman tumbuh secara optimal, komposisi unsur hara harus sesuai yang dibutuhkan oleh tanaman, karena masing-masing tanaman membutuhkan formulasi pupuk yang berbeda-beda.

Misalkan pembuatan larutan nutrisi dengan pupuk Nutrisi Hidroponik 90 x 200 liter, artinya adalah pupuk A dilarutkan pada 90 liter air di tangki/bak A dan pupuk B juga dilarutkan pada 90 liter air di tangki/bak B untuk 18.000 liter larutan. Apabila akan melakukan penyiraman dengan laruran nutrisi maka pupuk dari tangki/bak A dan B dilarutkan pada air dalam satu tanki/bak yang siap untuk disiramkan. Volume pupuk dari A & B disesuaikan dengan kebutuhan EC maupun volume penyiraman. Contoh, 1 liter dari pupuk A dan 1 liter dari pupuk B untuk 200 liter air yang dilarutkan, sehingga terdapat 200 liter larutan nutrisi yang siap untuk disiramkan. Tetapi itu tergantung dari kebutuhan EC, semakin tinggi EC yang dibutuhkan untuk penyiraman semakin banyak juga pupuk yang digunakan. Hal ini penting, karena kepekatan larutan nutrisi mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman dan pemupukan budidaya secara hidroponik pada umumnya dilakukan secara bersamaan. Penyiraman dan pemupukan sangat menentukan pertumbuhan, produktifitas dan kualitas tanaman, karena tanaman hanya tergantung pada suplai hara yang diberikan, dan tidak ada penunjang dari media yang digunakan.

Teknis penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan sistem irigasi tetes (drip irigation system).


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyiraman, yaitu :

Larutan nutrisi yang akan digunakan untuk penyiraman tanaman harus mempunyai
kepekatan (EC) dan nilai pH yang sesuai dengan jenis tanaman dan umur tanaman,
yang dapat diukur dengan alat EC dan PH meter sebelum didistribusikan ke tanaman.
Volume dan kepekatan larutan nutrisi diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman, umurtanaman, virietas dan tipe iklim setempat.Frekuensi penyiraman larutan nutrisi tergantung pada kondisi setempat, dan berbeda antara tanaman yang masih kecil dengan tanaman yang sudah dewasa.

Apabila penyirman larutan nutrisi dengan cara manual (penyiraman dilakukan oleh orang untuk setiap polybag) agar dihitung kebutuhan tenaga kerja tiap satuan luas kebun, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam waktu dan frekuensi penyiraman.

Penyiraman larutan nutrisi dengan irigasi tetes perlu diperhatikan pemasangan regulator stick dan pengukuran tekanan agar volume penyiraman dan waktu yang diperlukan untuk menyiram dapat berjalan secara optimal.


nah gan gimana infonya bermanfaat ngga,kalo ada yang mau di tanyakan tinggal coment aza ya.